After previous posts in English, this time I am writing in Bahasa. Why? Because I will be writing about my wedding preparation, specifically a traditional Javanese wedding in Jakarta. Therefore, writing in Bahasa is deemed more appropriate. Mudah-mudahan bisa diterima dengan baik.
Sebelumnya pada perkenalan keluarga, keluarga saya dan Mas DH sepakat untuk lamaran di bulan Mei (yang selanjutnya dimajukan ke bulan April, kenapanya bisa kepoin post selanjutnya yah) dan menikah di Oktober. Terpilihlah tanggal 1 Oktober 2016. Sebetulnya saya ingin tanggal 2 yang bertepatan dengan pernikahan orangtua saya, tapi ada beberapa alasan kepercayaan Jawa: (1) Menurut versi teman baik Ayahanda mengatakan tidak boleh bersamaan tanggalnya dg pernikahan ortu krn nanti akan saling mengalahkan; dan (2) Tanggal 2 adalah hari terakhir di Bulan Besar yg mepet banget dengan Bulan Suro, bulan yg tidak baik utk menikah. Meskipun di agama saya semua tanggal adalah baik, tapi saran-saran yang berbau adat selama masih bermaksud baik, tidak ada salahnya diikuti. Bagi yang khawatir untuk menikah di Oktober, selama itu masih tanggal 1 atau 2, sebetulnya masih masuk bulan Besar yang dipercaya sebagai bulan baik untuk menikah. Bulan Suro officially starts di 3 Oktober 2016.
Lanjut pada pemilihan venue, kami berencana untuk menikah (akad & resepsi) di gedung saja karena Ayahanda malas rempong dan menghindari kehebohan yang berlebihan di rumah. Dengan jumlah paling sedikit 500an undangan atau equal to 1000an orang (masih ada chance nambah) ada 6 tempat yang menjadi pertimbangan kami, yaitu: Dhanapala, Balai Sudirman, Balai Kartini, Patra Jasa, Hotel Royal Kuningan, dan Hotel Kartika Chandra. Karena Dhanapala dan Balai Sudirman sudah apal luar kepala, kami menyambangi 4 sisanya.
Keputusan harus segera diambil, mengingat kami hanya punya waktu 6 bulan, dipotong Juni-Juli Ramadhan Season yang pastinya bakalan ngga efektif dan harga pada naik! Setelah menimbang dg alasan: kemudahan akses, sesepuh friendly alias ga banyak tangga dan undakan, pilihan vendor catering, parkir luas, dan tentunya chemistry (aih centil) sama dompet alias budget, kami eliminasi 4 venue, yaitu Dhanapala (panggung pelaminan banyak undakan walaupun parkir luas), Balai Sudirman (banyak undakan dan parkir rempong), Balai Kartini (catering in-house yg ortu ga sreg rasa makanannya dan mihil bingits), dan Patra Jasa (ada eskalator, agak sempit untuk 1000 orang lebih, dan ngga bisa menghubungi pengelolanya via telp maupun dateng langsung). Royal Kuningan dan Kartika Chandra sisanya. Pilih mana donk? Di next post aja yah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar