Iya donk.
But at the same time, sangat bersyukur kepada Allah SWT semuanya dilancarkan dan dimudahkan. Kesulitan, hambatan, kerikil, dsb tentunya tetap ada, terutama pertengkaran. Iya, pertengkaran yang menguras emosi dan air mata. Cengeng amat? You know, seringkali kita sampai di titik yang nggak tau lagi mesti gimana, nggak bertenaga lagi untuk berdebat, akhirnya bisanya cuma nangis. Ini memang pengakuan yang sangat amat tidak kecey marucey. Hehe...
Anyway, cobaan menjelang pernikahan pasti ada. Simple, untuk menguji sejauh mana niat kita untuk menikah dengan pasangan kita. If we really want it, then we must overcome it. Gituuuh... Pesan sponsor dari orangtua, saudara, sahabat, teman, dan Ibu bos di kantor:
- Banyak-banyak berdoa mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.
- Be a visioner, lupakan yg jelek-jelek di belakang, mari menyongsong masa depan bersama yang lebih cerah.
- Do things you really like that makes you happy.
- Banyak mengalah.
- Belajar ikhlas.
Dan kesemua nasehat yang baik itu benar adanya, meskipun easier said than done.
So, kalau saya bagaimana setelah dinasehati begitu? Dijalankan nggak? Ada follow-upnya?
Ada donk.
Berikut baby steps yang saya lakukan menjelang 3 bulan pernikahan Airinosaurus dan Mas DH:
- Lebih sering mengingat Allah, entitas pertama yg saya ingat ketika bersyukur maupun ketika kesulitan.
- Install aplikasi Muslim Pro di handphone, haha. Kenapa ini penting? Buat anak masa kini, hengpon adalah barang wajib. Begitu juga saya donk, jadi dg aplikasi ini saya bisa ngaji anytime anywhere I want. Mendekatkan diri pada Rabb.
- I took a risk by submitting my resignation letter. For very personal reason, tapi intinya adalah untuk kebaikan berdua. Bismillah, saya sedang mencari pekerjaan baru yang lebih baik untuk kami berdua.
- Saya makan es krim untuk membangun mood dan mendinginkan kepala hehehe...
- Saya banyak ngobrol dengan kucing saya, namany Kuro, panggilannya Uyo. #Apasih
- Saya belajar mengikuti kemauan orangtua dan pasangan, dan nggak memaksakan keinginan sendiri. Kesel awalnya, ingin ini ingin itu tapi kenapa nggak ada yg mengerti ya? But then, buat saya yg terpenting adalah menikah diiringi restu orangtua, sah secara agama dan negara.
- Bikin pasangan happy. Karena melihat dia bahagia membuat saya juga bahagia. Cieee...
Mengenai persiapan, alhamdulillah *almost* beres yang urusan besar-besarnya. Pendingannya bisa dibilang hanya undangan & prewed. Oh satu lagi, mesti banyakin olah raga, makan sehat, dan turunin berat badan. Doakan yaa!
