Daisypath Wedding tickers

Rabu, 22 Juni 2016

3 Bulan Sebelum Hari Pernikahan

Deg-degan nggak sih?
Iya donk.

But at the same time, sangat bersyukur kepada Allah SWT semuanya dilancarkan dan dimudahkan. Kesulitan, hambatan, kerikil, dsb tentunya tetap ada, terutama pertengkaran. Iya, pertengkaran yang menguras emosi dan air mata. Cengeng amat? You know, seringkali kita sampai di titik yang nggak tau lagi mesti gimana, nggak bertenaga lagi untuk berdebat, akhirnya bisanya cuma nangis. Ini memang pengakuan yang sangat amat tidak kecey marucey. Hehe...

Anyway, cobaan menjelang pernikahan pasti ada. Simple, untuk menguji sejauh mana niat kita untuk menikah dengan pasangan kita. If we really want it, then we must overcome it. Gituuuh... Pesan sponsor dari orangtua, saudara, sahabat, teman, dan Ibu bos di kantor:
  1. Banyak-banyak berdoa mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.
  2. Be a visioner, lupakan yg jelek-jelek di belakang, mari menyongsong masa depan bersama yang lebih cerah.
  3. Do things you really like that makes you happy.
  4. Banyak mengalah.
  5. Belajar ikhlas.
Dan kesemua nasehat yang baik itu benar adanya, meskipun easier said than done.

So, kalau saya bagaimana setelah dinasehati begitu? Dijalankan nggak? Ada follow-upnya?
Ada donk.

Berikut baby steps yang saya lakukan menjelang 3 bulan pernikahan Airinosaurus dan Mas DH:
  1. Lebih sering mengingat Allah, entitas pertama yg saya ingat ketika bersyukur maupun ketika kesulitan.
  2. Install aplikasi Muslim Pro di handphone, haha. Kenapa ini penting? Buat anak masa kini, hengpon adalah barang wajib. Begitu juga saya donk, jadi dg aplikasi ini saya bisa ngaji anytime anywhere I want. Mendekatkan diri pada Rabb.
  3. I took a risk by submitting my resignation letter. For very personal reason, tapi intinya adalah untuk kebaikan berdua. Bismillah, saya sedang mencari pekerjaan baru yang lebih baik untuk kami berdua.
  4. Saya makan es krim untuk membangun mood dan mendinginkan kepala hehehe...
  5. Saya banyak ngobrol dengan kucing saya, namany Kuro, panggilannya Uyo. #Apasih
  6. Saya belajar mengikuti kemauan orangtua dan pasangan, dan nggak memaksakan keinginan sendiri. Kesel awalnya, ingin ini ingin itu tapi kenapa nggak ada yg mengerti ya? But then, buat saya yg terpenting adalah menikah diiringi restu orangtua, sah secara agama dan negara.
  7. Bikin pasangan happy. Karena melihat dia bahagia membuat saya juga bahagia. Cieee...
Mengenai persiapan, alhamdulillah *almost* beres yang urusan besar-besarnya. Pendingannya bisa dibilang hanya undangan & prewed. Oh satu lagi, mesti banyakin olah raga, makan sehat, dan turunin berat badan. Doakan yaa!

Selasa, 03 Mei 2016

Review Vendor Lamaran

Masih seputar lamaran tanggal 24 April 2016 yang kronologisnya bisa dilihat di sini, kali ini saya akan mereview tentang vendor yang dipakai. Kami cukup hemat dalam lamaran ini, so mau tau tipsnya? Monggo disimak :)

Venue: Prambanan Restaurant, Hotel Kartika Chandra

Skor: 10/10

Sekilas mengenai Prambanan Restaurant, ini adalah restoran yang terletak di lobby Hotel Kartika Chandra, menyediakan berbagai variasi makanan dari Indonesia, Western, Italian, dan Asian yang berkapasitas 125 orang. Buffet dan a la carte tersedia di sini.

Sekali lagi, ini thanks to our dearest marketing, Mas Afizt, yang betul-betul kooperatif, sigap, dan tanggung jawab dari awal sampai akhir acara. Satu restaurant ini diblock khusus untuk acara saya, dengan guaranteed 70 PAX, saya bebas menggunakannya dari pukul 11:00 - 15:00. Karena saya hanya bayar makanan saja, setelah saya kalkulasikan, harga yang saya bayar lebih murah dibandingkan dengan mengadakan acara di rumah. Complimentary sound system dan rangkaian bunga (kalau nggak salah dapet 2), tanpa dikenakan charge apapun.

Soal venue saya PUAS pake BANGET. Tempatnya terang, nyaman, rapi, dan nggak hiruk-pikuk, musik juga instrumen yang enak di kuping. Interiornya klasik dan fotogenik yang bikin foto keluarga kita cihuy banget. Parkir? Nggak usah ditanya, banyak banget dan jalannya nggak jauh. Sesepuh dan krucil friendly deh. Untuk yang anti ribet ngadain acara lamaran rumahan, Prambanan Restaurant sangat saya rekomendasikan.

F&B: Prambanan Restaurant, Hotel Kartika Chandra

Skor: 8/10

Tentunya makanan dari Prambanan donk yah, secara ini restaurant gituh, hehe. Makanannya enak sekali, semua tamu komentar begitu. Harga yang saya dapet ini BEST DEAL banget. Sampai-sampai, pakde dan kakak sepupu saya mengira saya mengeluarkan uang puluhan juta untuk acara ini. Padahal wah jauh bangettt di bawah perkiraan mereka.

Makanan di sini tipe buffet yang lengkap banget, Mas Afizt mengirimkan pilihan menu 2 minggu sebelum acara dan berikut menu yang saya pilih:

Appetizer:
Assorted Cold Cut, Assorted Canape, Fruit Salad, Nicoise Salad, Salada Nusantara, Salad Bar & 3 Kinds of Dressing

Soup:
Asparagus Cream Soup with Crouton

Main Dishes:
Nasi Putih, Irish Stew with Root Vegetables, Grilled Chicken Mushroom Sauce, Poached Snapper Beurre Blanc Sauce, Potato Croquet, Cream of Broccoli Florets

Indonesian Food:
Nasi Goreng Merah, Empal Gepuk, Pepes Tahu, Cumi Bakar Balado, Trencem Sayuran

Dessert:
Seasonal Slice Fruit, Es Teler, Jajanan Pasar, Pisang Ijo, Assorted French Pastry

Condiment:
Bread, Butter, Cheese Board, Aneka Kerupuk, Aneka Sambal, Lalap & Acar

Stall:
Sushi & Sashimi, Soto Betawi, Roast Chicken

Drink:
Mineral Water free flow

Langsung laper lagi saya jadinya...Aselik enak banget.
Hanya ada 2 minus, yaitu:
  1. Pelayan kurang sigap merefill makanan kosong, meskipun di dapur masih ada.
  2. Perjanjiannya, jika makanan bersisa maka akan dibungkus. Saya harus mengingatkan kembali kepada pihak restaurant, itupun ada beberapa item makanan yang sisa banyak (roast chicken, nasgor merah, soto betawi, roti, sayuran, salada nusantara) yang tidak dibungkus. Hal ini sudah saya sampaikan ke Mas Afizt, supaya ke depan bisa lebih baik lagi.
Tapi overall, worth every penny deh, makanan enak harga bersahabat kualitas hotel bintang 4.
Great Job!!!

Dokumentasi: Dwi Pratama Photography (and friends)

Sengaja tidak mencantumkan skor, karena Dwi Pratama Photography ini punya Mas DH.
Nanti takutnya jadi subjektif, hehehe.

Overall, PUAS donk, teamnya kece banget. Tepat waktu, rapi, bisa mengarahkan, dan nggak asal-asalan. Biarlah foto-foto pada ulasan ini menjadi bukti kehandalan team Dwi Pratama. Thanks juga untuk teman-teman Dwi Pratama yang sudah membantu mendokumentasikan hari bahagia ini.

Pakaian: Penjahit Nuansa

Skor: 9/10

Penjahit Nuansa, Pak Darsono namanya, ini rekomendasi dari mamanya Mas DH. Pak Darsono paham maunya saya bagaimana dan memberikan masukan-masukan tanpa kesan menggurui. Harganya sangat ekonomis, sodara-sodara. Saya sampai takut hasilnya nggak bagus, ternyata? Rapihhh!!! Cuma ada beberapa jahitan yg belum dilem, kelupaan sepertinya. Tapi itu sih cemen lah, tetep aja bagus.

Selesainya lebih cepat satu minggu sebelum tanggal yg dijanjikan. Emejing! Ongkos per Maret 2016, untuk kebaya Rp 200.000, kemeja pria Rp 180.000, dan jahit pinggir kain (dirapiin doank biar ga kewer2, apasih bahasanya) Rp 30.000 sajah. Cocok buat yang mau hemat tapi pengen tampil caem.

Cincin Tunangan: Edo

Skor: 9.5/10

Edo adalah temennya Mas DH dan doski jago banget bikin cincin custom.
Harganya tentu harga temen donk, sejujurnya saya juga nggak tau sih berapa, hehehe.
Cincin saya dainty, tipis, dengan berlian kecil. Imut, minimalis, elegan, dan nggak pasaran.
Kekurangannya cuma warnanya kurang rosegold aja.

Edo ini after sales servicenya ocey banget, karena tanggung jawab untuk kecilin ukuran cincin dan warna rosegoldnya dibikin lebih mantap at no charge.

Dekorasi: Pasar Bunga Cikini, Arion Mall, dan Koleksi Pribadi

Skor: 7/10

Untuk pasar bunga Cikini, pilihannya nggak lengkap karena udah kesorean saya datangnya, tapi ada beberapa warna lucu dan harganya masih lumayan masuk kantong. Hati-hati kalau lihat bunga potongan dan dibungkus kain/koran dijembrengin di pasar, itu sisa dari gedung. Tawar murah aja, saya dapet kemahalan. Besok siang bunganya udah layu. So, overall OK aja. Makin nyesel ketika tau bahwa team Prambanan menyediakan bunga juga.

Untuk pajangan, pot bunga imitasi tulisan LOVE (Rp 175.000) dan frame kecil (@Rp 40.000) itu beli di Arion Mall, Rawamangun. Harganya menurut saya nggak murah, tapi emang lucu-lucu. Frame lainnya pinjam dari ruang keluarga. Hurufnya print di Jalan Waru, Rawamangun. Overall, OK juga.

Sanggul: Go-Glam by Go-Jek

Skor: 6/10

Saya menyesal sih, manggil Go-Glam. Maksud hati nggak mau ke salon, tapi ternyata Go-Glam nggak bisa nyanggul. Datangnya on-time, which is very good. Tapi, kerjanya lama dan hasilnya nggak rapi, kebanyakan hair spray. Masih bagusan saya nyanggul ala-ala sendiri. Saya jadi telat untuk make-up. Well, lesson learnt.

Make-Up: Saya Sendiri

Nggak fair kalau dikasih skor ya, hehehe. Saya sih cukup puas, could be better. Shading di wajah masih kurang halus karena keburu-buru, bulmat palsu juga dipake 5 menit sebelum acara mulai. Saya sejujurnya paling takut dimake-up sama salon, karena curiga hasilnya nggak bagus. I trust my skill more, apalagi ini hari penting dan nggak mau banget kalo make-up sampe failed. 3x wisuda dan acara formal lainnya saya selalu makeup sendiri. Untuk urusan ini, saya picky banget. Saya maunya tipe-tipe make-up Mbak Fitri Liza yang super keceh itu, tapi budget ngga ada. Satu-satunya solusi adalah make-up sendiri aja.

Sedikit tips bagi yang berminat make-up sendiri dengan budget terbatas: invest in good foundation, concealer, and eyeshadow base. Saya menggunakan MAC pro longwear concealer NC 35 dan MAC paint pot Indianwood, lalu Revlon colorstay foundation (dry normal, sand beige) saya campur concealer MAC. Bikin awet tahan lama.

Sekian review vendor lamaran saya, apabila ada kurang-kurang akan saya update secara berkala. Semoga bermanfaat yah :)

Senin, 02 Mei 2016

Lamaran The Javanensis

Alhamdulillah, puji dan syukur kami panjatkan hanya kepada Allah SWT, yang telah menganugerahi kami kelancaran acara lamaran saya dan Mas DH pada Hari Minggu, 24 April 2016, pukul 11:30 - 14:00 di Prambanan Restaurant, Hotel Kartika Chandra.

Lamaran saya terlaksana dengan baik dan lancar, hanya molor sedikit aja. Harusnya acara mulai jam 11:15, tapi jadi 11:30 karena si calon manten wanita, *iya saya*, kena macet di Semanggi. Subhanallah, sesuatu banget begitu datang, tamu dari keluarga saya udah duduk rapi manis jejer. Panik dong, karena belum taro bunga dan dekor kecil lainnya. Alhamdulillah keburu. Yang canggihnya lagi, the power of kepepet allowed me to put on my false eyelashes in less than 5 minutes. Knowing that I  failed many many times in the past putting on false eyelashes, bisa pasang bulu mata palsu dengan sakseis ini betul-betul anugerah. Hahaha....

Hari itu saya tampil kece donk, meskipun lupa bawa giwang dan kalung, jadi saya pinjam giwang mama dan kalung tante. Yang penting tetep bikin Mas DH nggak hilang selera untuk meminang saya, hihihi. Baju sedikit kedodoran karena ternyata pakai korset itu bikin perut buncit saya sedikit singset, iya sedikit doank sih. Anyway, dari lamaran ini yg bisa saya petik: tidak ada yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah. Mendekati sempurna adalah hal yang sangat patut disyukuri.

Dimulai dengan Om saya, adik sepupu papa, yang dengan berbaik hati mau menjadi MC sekaligus wakil dari keluarga, agenda acara satu per satu terlewati dan diakhiri dengan doa bersama dan ramah-tamah sekaligus makan siang. Sebagai referensi, berikut agenda acaranya:
  1. Pembukaan oleh MC, membacakan garis besar agenda acara hari ini.
  2. Perkenalan keluarga saya oleh Om CPW, sekaligus menanyakan maksud kedatangan CPP.
  3. Perkenalan keluarga CPP oleh Omnya CPP. Dilanjutkan dg penyampaian maksud &tujuan kedatangan oleh ayah CPP.
  4. Ayah CPW menanggapi maksud & tujuan keluarga CPP tadi, dan menanyakan kepada CPW apakah bersedia menerima lamaran. Di sini saya iseng jawab: "Saya tidak sanggup (jeda sejenak, Mas DH langsung melotot) menolak lamaran dari Mas DH". Kemudain para pemirsa menyerukan "Alhamdulillaaaah" dan Mas DH langsung senyum-senyum malu. Saya hampir cengengesan, untung masih jaim.
  5. MC announced tanggal, waktu, dan tempat pernikahan (karena sebelumnya sudah disepakati, jadi nggak perlu rembukan lagi). Sebetulnya ini brilliant karena sangat menghemat waktu, apalagi melihat ponakan-ponakan yang menatap nanar karena kelaparan.
  6. MC mempersilakan kedua ibu CPP & CPW untuk bertukar hantaran secara simbolis.
  7. MC mempersilakan ibu CPP untuk menyematkan cincin kepada CPW, kemudian ibu CPW menyematkan cincin kepada CPP. Sepupu CPP yang membawakan cincinnya ke depan.
  8. Doa bersama.
  9. MC mengumumkan acara selesai, kemudian makan siang sekaligus ramah-tamah.
  10. Setelah makan siang, MC announced untuk foto bersama dan keluarga CPW berbaris untuk mengantarkan keluarga CPP yang berpamitan pulang, sambil diserahkan hantaran baliknya.
Ada yang membutuhkan teksnya? Silakan japri, I'll be very happy to share. Karena jujur mempersiapkan teks dan alur acara ini lumayan bikin pusing, saya awalnya ngeremehin.

Kini saya resmi menjadi tunangannya Mas DH. Vendornya siapa saja? Next post yah.
Lamaran The Javanensis, 24 April 2016

Selasa, 29 Maret 2016

Venue Preview: Kirana Ballroom, Hotel Kartika Chandra

Inilah venue pilihan kami. Judulnya preview bukan review, karena lebih membahas hasil survey saya & Mas DH lalu merangkum kelebihan serta kekurangan yang mungkin ada. Ada 2 hal yang ingin saya sampaikan dalam post ini: 1) Alasan memilih venue ini; dan 2) Perbandingan memilih Resepsi siang/malam di venue ini.
Sebelumnya, ada baiknya saya share sekilas tentang Kirana Ballroom, Hotel Kartika Chandra. Lokasinya di Jl. Gatot Subroto, satu kompleks dengan Planet Hollywood. Merupakan Hotel Bintang 4 yang bisa menyediakan paket pernikahan dengan catering lepas (bukan in-house), Kirana Ballroom terdiri dari 4 ruangan bersekat yang digabung menjadi satu, ditambah wing kiri & kanan, sehingga mampu menampung sekitar 2000 orang. Paket Chandra (harga per Maret 2016) yang saya ambil memang harganya cukup menguras budget, namun sepadan dengan yang didapat. Plus, bisa menggunakan catering rekanan, yaitu DTC, Tiara Royal, Puspa, Alfabet, Sonokembang, Akasya, dan Puspita Sawargi. Untuk rekanan dekorasi, pilihannya yaitu Agung, Safira Maharani, Whitepearl, Yunishka, Garda, Janur Kuning, Little Angel, Every, Citra, Djus Masri, dan Azka Anggun Art.



Mengapa Memilih Kirana Ballroom, Hotel Kartika Chandra?

  1. Lokasi strategis, mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.
  2. Sesepuh friendly, dengan undakan sedikit, drop-off lobby Ballroom terpisah dari lobby utama hotel dan langsung masuk tanpa kemungkinan nyasar, panggung pelaminan yg non-permanen sehingga bisa dibuat ramp landai (bukan tangga).
  3. Full carpet (kecuali additional wing kanan pakai marmer), Full AC, dan bernuansa Jawa yg cocok dengan tema pernikahan kami.
  4. Parkir yang cukup luas, meskipun kalau malam ada kemungkinan saingan dengan yang nonton di Planet Hollywood, tapi manajemen akan mereserved slot parkir area hotel dan membuka areal parkir connecting dengan gedung sebelah. Sip lah jika dibanding Patra Jasa atau Balai Sudirman.
  5. Charge entertainment dan photography yang masih wajar. Marketing kami, Mas Afizt, orangnya profesional dan kooperatif, ngasih bonus-bonus juga.

Pilih Resepsi Siang atau Malam?

  1. Siang hanya bisa menggunakan 3 ruangan saja. Ruangan ke-4 disekat, karena digunakan untuk persiapan dekorasi pelaminan malam. Cocok untuk maksimum 750 undangan atau 1500 orang. Menghemat dekorasi karena ruangan lebih kecil.
  2. Malam bisa menggunakan ke-4 ruangan full Ballroom, lebih luas dan lega, meskipun dekorasi lebih mahal.
  3. Siang bisa menggunakan Ballroom dari pagi untuk akad di depan pelaminan, free of charge. Menghemat biaya dekorasi.
  4. Malam berarti ruang akad terpisah di Dieng Room, ada charge Rp 5 juta. Jam pelaksanaan bisa fleksibel, misalnya pukul 10 pagi. Ada tambahan biaya dekorasi juga.
  5. Siang hari para tamu tidak terlalu saingan dengan parkir Planet Hollywood. Malam hari meskipun tamu agak saingan dengan parkiran PH, tapi manajemen hotel punya solusinya.
  6. Siang berarti porsi makanan lebih besar dibandingkan malam.
  7. Malam bisa punya waktu lebih untuk persiapan rias dll.

Keluarga saya sepakat untuk akad pukul 10 pagi 14:00 siang di Dieng Room dan resepsi pukul 19:00 malam di Kirana Ballroom, pada hari Sabtu, 1 Oktober 2016. Keluarga Mas DH sih ok-ok aja katanya. Bismillah supaya selalu dilancarkan. Semoga post ini bermanfaat bagi capeng lainnya.
Kirana Ballroom:



Dieng Room:


Jadi, Kapan Nikahnya?

After previous posts in English, this time I am writing in Bahasa. Why? Because I will be writing about my wedding preparation, specifically a traditional Javanese wedding in Jakarta. Therefore, writing in Bahasa is deemed more appropriate. Mudah-mudahan bisa diterima dengan baik.
Sebelumnya pada perkenalan keluarga, keluarga saya dan Mas DH sepakat untuk lamaran di bulan Mei (yang selanjutnya dimajukan ke bulan April, kenapanya bisa kepoin post selanjutnya yah) dan menikah di Oktober. Terpilihlah tanggal 1 Oktober 2016. Sebetulnya saya ingin tanggal 2 yang bertepatan dengan pernikahan orangtua saya, tapi ada beberapa alasan kepercayaan Jawa: (1) Menurut versi teman baik Ayahanda mengatakan tidak boleh bersamaan tanggalnya dg pernikahan ortu krn nanti akan saling mengalahkan; dan (2) Tanggal 2 adalah hari terakhir di Bulan Besar yg mepet banget dengan Bulan Suro, bulan yg tidak baik utk menikah. Meskipun di agama saya semua tanggal adalah baik, tapi saran-saran yang berbau adat selama masih bermaksud baik, tidak ada salahnya diikuti. Bagi yang khawatir untuk menikah di Oktober, selama itu masih tanggal 1 atau 2, sebetulnya masih masuk bulan Besar yang dipercaya sebagai bulan baik untuk menikah. Bulan Suro officially starts di 3 Oktober 2016.
Lanjut pada pemilihan venue, kami berencana untuk menikah (akad & resepsi) di gedung saja karena Ayahanda malas rempong dan menghindari kehebohan yang berlebihan di rumah. Dengan jumlah paling sedikit 500an undangan atau equal to 1000an orang (masih ada chance nambah) ada 6 tempat yang menjadi pertimbangan kami, yaitu: Dhanapala, Balai Sudirman, Balai Kartini, Patra Jasa, Hotel Royal Kuningan, dan Hotel Kartika Chandra. Karena Dhanapala dan Balai Sudirman sudah apal luar kepala, kami menyambangi 4 sisanya.
Keputusan harus segera diambil, mengingat kami hanya punya waktu 6 bulan, dipotong Juni-Juli Ramadhan Season yang pastinya bakalan ngga efektif dan harga pada naik! Setelah menimbang dg alasan: kemudahan akses, sesepuh friendly alias ga banyak tangga dan undakan, pilihan vendor catering, parkir luas, dan tentunya chemistry (aih centil) sama dompet alias budget, kami eliminasi 4 venue, yaitu Dhanapala (panggung pelaminan banyak undakan walaupun parkir luas), Balai Sudirman (banyak undakan dan parkir rempong), Balai Kartini (catering in-house yg ortu ga sreg rasa makanannya dan mihil bingits), dan Patra Jasa (ada eskalator, agak sempit untuk 1000 orang lebih, dan ngga bisa menghubungi pengelolanya via telp maupun dateng langsung). Royal Kuningan dan Kartika Chandra sisanya. Pilih mana donk? Di next post aja yah.

DH Met My Family!

People said: When you marry someone, you marry the whole family too.

20 Feb 2016 was the day DH’s family paid a courtesy visit to my house, meeting my mom, dad, and little bro. We are planning to have engagement party in May. We truly forgot to take a proper picture, so I though why not put these cute doughnuts to represent how we felt that day. FYI, cookie monster was me and Mr. Smiley was DH.

The Bride and Groom (to be)

Hi, I’m Ay, the writer behind these posts and bride-to-be. After a long hiatus, I am back now and about to write focused series on my wedding preparation. My old blog was here.
I met DH, the groom-to-be, 17 years ago in 5th grade, he was my classmate. We lost contact and met again in 2013 on Facebook. Our first date was on Dec 6, 2015, at a coffee shop. It was raining heavily.
And it was raining that day too, when he proposed (and I said yes!). DH insisted to go to that fancy cafe in Kemang, although I was content with McD’s Fish Fillet (oh so delish!). We arrived too early, the cafe was not even opened yet! But, the nice waiter served us well, we sat on a high chair and looked at each other eyes, hearts pounding. A perfect setting. The rest remained in our memories :)
This was a story of Jan 9, 2016, where our story begins, officially.